Kedewasaan
Kedewasaan… yang aku pahami adalah perpaduan dari keberanian dan perhitungan yang matang.
Keberanian tanpa perhitungan, konyol namanya. Sedang perhitungan tanpa keberanian, jadinya pengecut.
Menjadi orang yang dewasa sebenarnya adalah pilihan, bukan sebuah keterpaksaan, bukan ketidak sengajaan.
Boleh jadi dalam banyak waktu dan tempat, kita belum dewasa, dalam waktu lainnya bisa menunjukkan kedewasaan itu. Tapi tentunya kita semua akan setuju tentang bentuk kedewasaan saat kita melihatnya (artinya kita tahu mana yang merupakan pilihan dewasa atau pilihan yang kekanak-kanakan)
Ambillah contoh saat ada kesempatan kita direndahkan orang lain. Banyak pilihan kita untuk reaksi baliknya. Bisa marah, bisa menangis, bisa berteriak-teriak, bisa mengajak berkelahi, tapi ada juga pilihan kita untuk berdiskusi dengan pihak yang merendahkan, atau menasehati, atau bahkan diam. Semua sikap itu adalah pilihan. Pilihan apa yang kita pilih akan memperlihatkan kedewasaan kita.
Saya tidak bisa berkata bahwa satu pilihan selalu benar dalam setiap kondisi dan situasi. Bisa jadi pilihan satu menjadi benar pada saat tertentu, dan menjadi salah pada saat yang lain, tergantung situasinya.
Mudah-mudahan kita bisa jadi orang-orang yang dewasa, dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak. Jadi apa pilihan kita?
*Renungan atas seringnya aku kehilangan kontrol hingga memilih sikap kekanak-kanakan
Tito said,
17 April 2008 @ 2:23 pm
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan
thanks for the great writing, rin…. it’s a reminder for me too
chairinahasyim said,
17 April 2008 @ 2:33 pm
sama-sama pak tito