Bermain bersama sqlloader

Berhubung ada waktu sedikit (sok sibuk) kita teruskan bermain yuk…
kali ini kita main dengan sqlloader.

Beberapa waktu lalu, di kerjaan membutuhkan suatu cara untuk memasukkan data dari suatu file menuju database (Oracle) secara batch (scheduller)… Sebenarnya sih ga usah untuk batch, seandainya kita punya data cukup banyak (dalam bentuk csv, atau file lain dengan pemisah tanda tertentu, baik itu “,” atau “|”) plus kita males masukin datanya satu per satu ke database, kita juga bisa pakai sqlloader ini… praktissss…

Tapi, patut dicatat, sqlloader sekedar insert/append, dia tidak bisa melakukan pekerjaan lain (misalnya update).

ok deh… kita mulai aja membahas cara kerjanya.

1. kita siapkan file data yang ingin dimasukkan (kalau saya pake csv) dengan delimiter/pemisah yang kita punya (saya pake “,” )
2. kita siapkan controller.ctl dengan contoh isi seperti ini

Load DATA
INFILE ‘C:\tempatfile\namafile.csv’
BADFILE ‘err.log’
DISCARDFILE ‘discard.log’
APPEND
INTO TABLE namatabel

FIELDS TERMINATED BY “,”
TRAILING NULLCOLS
(
ID Integer EXTERNAL,
KOLOM1 CHAR ,
KOLOM2 CHAR,
KOLOM3 CHAR
KOLOMTANGGAL Date’yyyy-mm-dd’,
)

sqlloader setahuku (cmiiw) hanya mengenali tipe INTEGER EXTERNAL, CHAR, dan Date, jadi tipe-tipe data lain menyesuaikan.

Dari contoh di atas, berarti kita memiliki data yang terdiri dari lima kolom, yaitu kolom ID, KOLOM1, KOLOM2, KOLOM3 dan KOLOMTANGGAL

untuk menjalankan file tersebut, kita jalankan dulu commandpromt, masuk ke path file ctl kita

lalu jalankan perintah berikut :

sqlldr userid=username/password@database control=C:\tempatfile\controller.crl log=C:\tempatfile\controller.log

Comments

Curhatan tidak penting

Sejujurnya, boleh dibilang saya ini pelanggan yang ga banyak tingkah…
meski bertahun2 jadi pelanggan, tidak pernah ada kebijakan penurunan tarif layanan pasca bayar m a t r i x ya sudah, banyak sabar… paling juga sedikit ngedumel, itu juga dalam hati. Cuma diingat-ingat saja untuk selalu jaga, jangan terlampau boros penggunaan.

Dengan semarak perang tarif kali ini, akhirnya hampir semua operator seluler berusaha menurunkan tarif. Dengan adanya aturan baru dari pemerintah, yang menurunkan tarif interkoneksi, maka semakin menjadilah perang tarif ini. Ada yang memulai dengan tarif dibawah rp 1/detik, hingga menjadi rp0,0000000000000000001/dtk (tapi jangan lupakan syarat dan ketentuannya yang panjang seabreg) hingga yang menelpon sampai puas.

Akhirnya, tarif dasar m a t r i x pun ikut turun, bersyukurkah saya? Hm, pikir-pikir dulu deh.
Belakangan ini koneksi semakin kacau, apakah penurunan tarif diikuti dengan kemampuan operator seluler mengantisipasi kenaikan lalulintas komunikasi? sepertinya harus dipertanyakan lagi.

Jujur saja, penurunan tarif nya, dibanding promosi layanan pra bayar, sangat tidak bersaing (alias tetap lebih mahal) lalu, kenapa kualitas koneksinya pun tetap harus dikebiri?

Comments

Gaptek

Malas utak atik?

lanjutan

Comments

Kedewasaan

Kedewasaan… yang aku pahami adalah perpaduan dari keberanian dan perhitungan yang matang.

Keberanian tanpa perhitungan, konyol namanya. Sedang perhitungan tanpa keberanian, jadinya pengecut.

Menjadi orang yang dewasa sebenarnya adalah pilihan, bukan sebuah keterpaksaan, bukan ketidak sengajaan.

Boleh jadi dalam banyak waktu dan tempat, kita belum dewasa, dalam waktu lainnya bisa menunjukkan kedewasaan itu. Tapi tentunya kita semua akan setuju tentang bentuk kedewasaan saat kita melihatnya (artinya kita tahu mana yang merupakan pilihan dewasa atau pilihan yang kekanak-kanakan)

Ambillah contoh saat ada kesempatan kita direndahkan orang lain. Banyak pilihan kita untuk reaksi baliknya. Bisa marah, bisa menangis, bisa berteriak-teriak, bisa mengajak berkelahi, tapi ada juga pilihan kita untuk berdiskusi dengan pihak yang merendahkan, atau menasehati, atau bahkan diam. Semua sikap itu adalah pilihan. Pilihan apa yang kita pilih akan memperlihatkan kedewasaan kita.

Saya tidak bisa berkata bahwa satu pilihan selalu benar dalam setiap kondisi dan situasi. Bisa jadi pilihan satu menjadi benar pada saat tertentu, dan menjadi salah pada saat yang lain, tergantung situasinya.

Mudah-mudahan kita bisa jadi orang-orang yang dewasa, dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak. Jadi apa pilihan kita?

*Renungan atas seringnya aku kehilangan kontrol hingga memilih sikap kekanak-kanakan :(

Comments (2)

Tutorial Symfony (Contekan dari Mutia)

Relational          Object-Oriented
========================================
Table                 Class
Row, record         Object
Field, column         Property

————————————-

Initialize the data model

1. buat class dulu di sandbox/config/
class : Postmuti , commentmuti
table : blogmuti_post ,blogmuti_comment

2. symfony propel-build-model
–ini untuk buat class di sandbox/lib/model , class ini merupakan ORM yang mana untuk memudahkan kita mengakses relational-database dari object-oriented code tanpa harus menulis query . (propel adalah library yang digunakan oleh symfony)–

3. symfony propel-build-sql

–ini untuk membuat file sql yang akhirnya disimpan di sandbox/data/sql
–database sandbox dapat dilihat di sandbox/data dengan nam sandbox.db

4. symfony propel-insert-sql

–perintah ini cuma nge-remove apa yang udah ada di schema.yml, terus nge-insert ulang yang ada di schema.yml..padahal sebenernya gak ada yang di remove sama sekali.. (you got it??)
————————————–

Create the application scaffolding
__________________________________

INGET ya MUT..! : symfony <TASK_NAME> <APP_NAME> <MODULE_NAME> <CLASS_NAME>

1. bikin apps-nya dulu : > symfony init-app MutiList
2. bikin model dan definisikan classnya.. : > symfony propel-generate-crud MutiList ListPost Postmuti

liat hasilnya di : http://localhost/sandbox/web/MutiList_dev.php/ListPost

_________________
Modify the layout
_________________

sandbox/apps/frontend/templates/layout.php

–tambahinn code-nya disitu buat nge-ubah2 layout-nya..

sandbox/apps/frontend/config/view.yml

–buat ngubah view-configuration nya (title,..dsb)

sandbox/apps/frontend/modules/main/actions/actions.class.php

– ganti index action nya..

Comments

Ibu, istri, dan pencari bakat

Pernah terpikir oleh saya tentang profesi pencari bakat. Profesi yang mungkin jarang ditemui di Indonesia. Bukan karena orang Indonesia tidak berbakat loh, tapi mungkin profesi ini masih dianggap terlalu berisiko dibandingkan menjadi PNS atau pegawai swasta (tapi mungkin juga sekarang malah menggeliat dengan berbagai acara televisi pencarian bakat menyanyi, akting, menari, komedi dll ya?). Para pencari bakat bepergian dari kota ke kota mencari benih-benih tersembunyi, intan yang belum terasah, dan mutiara dalam laut yang belum tersentuh.

Tanpa kita sadari, profesi pencari bakat sebenarnya sudah ada sejak kita mengenal istilah ibu dan atau istri. Para ibu dan istri adalah pencari bakat alami, yang diturunkan Tuhan untuk terus mencari, mengarahkan, memotivasi anak dan suaminya untuk menemukan bakat-bakat karuniaNya.

Manager

Jangan terkejut dengan acara mamamia, di mana seorang ibu menjadi manager anak-anaknya. sejak kita mengenal dunia, memang beliaulah manager kita (bila jabatan manager itu termasuk juga menyiapkan makan tengah malam, membersihkan popok dan memandikan). Begitu pula seorang istri, dia adalah manager bagi suaminya, dialah yang menyiapkan segala fasilitas kehidupan sang suami sebelum bekerja, menjaga rumah tangga tentram, dan memberikan senyuman yang akan selalu dirindukan suami meski saat sang suami bekerja jauh dari rumah. Jabatan itu juga akan merangkap, ketika sang ibu dan istri harus bekerja membantu perekonomian keluarga.

Kita lihat disana-sini, pada artis akan maju malah saat ada managemen baik yang menyokongnya. Kehidupan ibu dan istri juga seperti manager para artis bagi anak-anak dan suaminya.

Maka tiada terkira terima kasihku pada Ibunda, yang telah menjadi pencari bakatku, sekaligus manager yang telah menyokong segala aktifitasku selama ini.

Sebagai istri, dan insyaALlah calon ibu, pada akhirnya keteladanan sosok ibu menjadikanku menemukan bakatku yang baru, yaitu “pencari bakat”

Terima kasih ibu, Selamat Hari Ibu… Aku sayang selalu :)

Comments (2)

Abis ikutan Quiz

ColorQuiz.com Rina took the free ColorQuiz.com personality test!

“Pursues her objectives with intensity and does not…”

Click here to read the rest of the results.

Comments

News…

Belakangan ini sering baca koran (berhubung naik kereta pas pulang kantor, dari pada bengong, kalo tidur takut kebablasan stasiunnyah, berabe ga ada kereta balik).
Kalau boleh kuanalisa (hihihi, bahasanyah) perasaanku kok isinya kabar buruk semua yah? (hampir semua)
Mulai dari pilkada(l) bermasalah, banjir dimana-mana (padahal hujan juga belum lama), masyaraka yang nolak busway, class action ke PT KAI, duh banyak deh…

Apakah memang berita baik itu sulit di cari? ataukah ada kriteria baru di dunia media, bahwa media yang terbuka, demokratis, tidak berpihak, tidak didikte pemerintah itu adalah media yang banyak menceritakan hal-hal seram pada masyarakat? ataukah karena memang berita baik itu sesuatu yang tidak perlu diberitakan? atau karena tuntutan masyarakat yang lebih senang membaca berita2 seram itu dibanding berita baik?

Comments (2)

Java Ranch!

Hello again…

I’ve just be here



it’s a nice place for u to get started with java.

U can also try this link www.javapassion.com

Comments

My First Post

my avatar

Hello…

It’s my first post here…

my other blog is http://chairina.multiply.com

Comments (3)